Tugas 4 [Faisal] : Pengantar Kecerdasan Tiruan 7D22
KONSEP DASAR DALAM KECERDASAN BUATAN
TURING TEST – Metode Pengujian Kecerdasan
Turing Test
merupakan sebuah metode pengujian kecerdasan yang dibuat oleh Alan Turing. Proses
uji ini melibatkan seorang penanya (manusia) dan dua obyek yang ditanyai. Yang
satu adalah seorang manusia dan satunya adalah sebuah mesin yang akan diuji. Penanya
tidak bisa melihat langsung kepada obyek yg ditanyai. Penanya diminta untuk
membedakan mana jawaban komputer dan mana jawaban manusia berdasarkan jawaban kedua
obyek tersebut. Jika penanya tidak dapat membedakan mana jawaban mesin dan mana
jawaban manusia maka Turing berpendapat bahwa mesin yang diuji tersebut dapat
diasumsikan CERDAS.
PEMROSESAN SIMBOLIK
Komputer
semula didisain untuk memproses bilangan/angka-angka (pemrosesan numerik). Sementara
manusia dalam berpikir dan menyelesaikan masalah lebih bersifat simbolik, tidak
didasarkan kepada sejumlah rumus atau melakukan komputasi matematis. Sifat
penting dari AI adalah bahwa AI merupakan bagian dari ilmu komputer yang melakukan
proses secara simbolik dan non-algoritmik dalam penyelesaian masalah.
HEURISTIC
Istilah
Heuristic diambil dari bahasa Yunani yang berarti menemukan. Heuristic
merupakan suatu strategi untuk melakukan proses pencarian (search) ruang
problema secara selektif, yang memandu proses pencarian yang kita lakukan
disepanjang jalur yang memiliki kemungkinan sukses paling besar.
PENARIKAN KESIMPULAN (INFERENCING)
AI mencoba membuat
mesin memiliki kemampuan berpikir atau mempertimbangkan (reasoning), termasuk
didalamnya proses (inferencing) berdasarkan fakta-fakta dan aturan
dengan menggunakan metode heuristik, dan lain-lain.
PENCOCOKAN POLA (PATTERN MATCHING)
AI bekerja dengan metode pencocokan pola (pattern matching) yang
berusaha untuk menjelaskan obyek, kejadian (events) atau proses, dalam hubungan
logik atau komputasional.
Artikel ini dibuat sebagai tugas kuliah sebagaimana yang tertuang dalam Online Learning Uhamka
Komentar
Posting Komentar